Berlatar belakang di Belitong, novel ini berkisah mengenai kehidupan seorang tokoh Sabari yang dikupas mulai dari usia muda hingga akhirnya wafat di daerah yang bernama Belantik. Karakter Sabari yang berasal dari kata sabar patut menjadi teladan. Keluguannya terhadap hal-hal yang disekitar mencerminkan karakter khas pemuda desa. Dia adalah Einstein nya dalam pelajaran bahasa Indonesia. Kepandaiannya membuat puisi menurun dari Bapaknya yang merupakan guru bahasa Indonesia. Nilai bahasa Indonesianya pun nyaris sempurna.
Sabari mempunyai sahabat yang setia mendampinginya yaitu Tamat, Ukun dan Toharun. Kisah-kisah remaja pun silih berganti mengisi kehidupan mereka, salah satunya yaitu cinta. Hanya seorang wanita yang bernama Marlena binti Markoni lah yang bisa meluluhlantakkan Sabari. Mulai dari masa muda hingga akhir hayatnya Sabari hanya mencintai Lena, panggilan Marlena, seorang.
Kegigihan dan pengorbananya untuk mendapatkan cinta Lena patut diancungi banyak jempol. Mengorbankan karir yang cemerlang didepan mata hanya untuk menyelamatkan harga diri Lena. Hingga akhirnya Sabari diberikan seorang anak yang bukan darah dagingnya yang diberi nama Zorro. Kata bahagia tak dapat menampung perasaan Sabari ketika melihat Zorro untuk pertama kalinya. Hari demi harinya pun semua terpusat kepada Zorro. Hingga tak disadari semua rencana masa depannya hanya untuk anaknya. Hingga suatu saat bencana datang silih berganti. Mulai dari datangnya surat cerai dari sang istri Lena hingga secara paksa Sabari dipisahkan dari Zorro. Tanpanya, hidup Sabari mulai tak karuan. Hancur!
Tak ingin sahabatnya makin hancur, Tamat dan Ukun pun pergi mencari jejak Lena dan Zorro. Berkorban jiwa, raga hingga materi. Mereka pergi menelusuri pulau Sumatra. Babak baru dalam hidup mereka pun dimulai, yaitu berpetualang. Mulai dari berpakaian necis hingga berubah menjadi pakaian yang tidak layak, makan 1 hari 3 kali hingga menjadi 2 hari sekali semakin menyurutkan harapan untuk menemukan jejak Lena dan Zorro. Tetapi semua pencarian itu berbuahkan hasil. Mereka dapat mempertemukan Zorro dan Sabari.
Dengan apiknya Andre Hirata mengungkapkan kisah Sabari. Ciri khas masyarakat pedesaan Indonesia sungguh tergambar dalam novel ini. Makna dari novel ini yang memberikan pesan kepada para pembacanya bagaimana perjuangan seorang ayah untuk memberikan yang terbaik terhadap hidup dan masa depan anaknya dapat ditangkap dengan mudah. Serta mengajarkan sikap yang harus dimiliki diantara sahabat-sahabatnya terutama dalam keadaan tersulit. Kisah hidup Sabari juga mengajarkan makna dari sebuah kesabaran dan pengharapan agar tidak pernah dipadamkan menghadapi sulitnya perjuangan hidup.
Seorang ayah, tidak boleh menyerah demi anaknya.
(hal 373)
- EJ
0 Komentar