Tanggal : 21-28 Agustus 2012
Tujuan : Gunung Rinjani
Transportasi : Sewa Bus & Pesawat Terbang
Berawal dari saling tukar pengalaman pendakian gunung bersama teman saya, pembahasan mengenai pengalaman pendakian Gunung Rinjani (3.726 mdpl) menjadi salah satu yg menarik. Mengapa menarik? karena medan pendakian yg begitu menantang disertai panorama alam yg sangat indah dan keberadaan Danau Segara Anak di puncak Gunung Rinjani. Kesempatan pendakian pun tercapai ketika Consina, salah satu produsen pembuat perlengkapan outdoor, mengadakan pendakian massal (penmas) ke Gunung Rinjani.
Dengan membayar sekitar Rp 1.500.000,- sebagai syarat biaya pendakian massal, saya beserta 2 orang yg kemudian menjadi team mendapatkan 1 buah tenda dome, 1 buah t-shirt, dan 1 buah rain cover 80 liter. Meeting point ditentukan di Warung Buncit, Mampang, lokasi salah satu outlet Consina pukul 08 WIB di tanggal 21 Agustus 2012. Dengan menggunakan bus, rombongan kami berangkat menuju Nusa Tenggara Barat dan tiba 23 Agustus 2012 pukul 18 WITA. Sungguh perjalanan yg melelahkan...
 |
Gunung Agung di Bali |
 |
Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat |
Lokasi awal pendakian dimulai dari Pos Sembalun sekitar pukul 20 WITA dengan tujuan mencapai Pos 2 (tempat camping) jam 23 WITA. Untuk mencapai Pos Sembalun, bus yg kami tumpangi tidak diperbolehkan masuk sehingga kami berganti kendaraan menggunakan L300 lama perjalanan sekitar 2 jam. Saya kemudian mengerti mengapa kami harus berganti kendaraan, karena medan jalan yg kami lalui cukup curam. Belokan yg patah, turunan jalan dan tanjakan jalan yg sangat curam ditambah gelapnya malam.
 |
Sunrise di Pos 2 Gunung Rinjani |
 |
Pagi hari di Pos 2 |
 |
Penanda Pos 2 Sembalun |
Pendakian dari Pos 2 menuju Pos Plawangan Sembalun (tempat camping terakhir sebelum mencapai puncak) dimulai pada pukul 08 WITA. Pemandangan di Pos 2 sungguh menakjubkan, penuh dengan ilalang yg tinggi yg seakan-akan melambai bergoyang bebas ditiup semilir angin. Hampir 2 jam kami berjalan, tibalah kami di Pos 3 untuk beristirahat sebentar dan mengisi air minum sebelum melanjutkan perjuangan menuju Pos Plawangan Sembalun.
 |
Petunjuk Arah Plawan Sembalun di Pos 3 |
Perjalanan dari Pos 3 menuju Pos Plawangan Sembalun dilanjutkan melalui Bukit Penyesalan, nama yang menarik yah. Kenapa dinamakan seperti itu? Karena ketika mendaki bukit tersebut apakah terbesit didalam pikiran anda
penyesalan karena telah mendaki dan karena anda harus melewati kurang lebih 7 bukit sebelum mencapai Plawangan Sembalun.
Hmm, okay 7 more to go !! Semangat kakak...
Pemandangan yang begitu indah terhampar disekeliling, bulir-bulir keringat berjatuhan dengan teriknya panas matahari menjadi teman akrab saat pendakian. Sekitar pukul 15 WITA, saya akhirnya tiba di Plawangan Sembalun dan segera mendirikan tenda untuk tempat beristirahat.
 |
Plawangan Sembalun |
 |
Danau Segara Anak dari Plawangan Sembalun |
Summit attack (pendakian menuju puncak) dimulai pada jam 02 WITA untuk melihat sunrise dari Plawangan Sembalun memakan waktu sekitar 3-4 jam. Kelelahan pendakian kemarin tentu saja masih terasa tetapi demi mencapai tenggat jadwal yang sangat padat semua itu harus disingkirkan. Banyaknya peserta pendakian menjadikan summit attack seperti pasar malam, ada sekitar 300an orang saat itu.
 |
Sunrise menjelang Puncak Gunung Rinjani |
 |
Danau Segara Anakan menjelang Puncak Gunung Rinjani |
Perjalanan turun dari Puncak Gunung Rinjani memakan waktu sekitar 1-2 jam dan diperlukan pikiran fokus dikarenakan turunan yang cukup curam, dalamnya pasir yg menutupi jalan dan akar tanaman yg bisa membuat anda tersandung. Ketika perjalanan hendak dilanjutkan melalui jalur Senaru, team kami berpisah dari rombongan dikarenakan tidak cukupnya logistik dan kelelahan yg sangat melanda team kami, sehingga kami memutuskan turun melalui jalur Sembalun. Perjalanan turun dimulai sekitar pukul 14 WITA di 25 Agustus 2012 dan kami tiba di Pos 3 sekitar pukul 19 WITA.
Setelah bermalam di Pos 3, kami melanjutkan perjalanan pukul 09 WITA dengan tiba di Pos 2 sekitar pukul 10 WITA. Di Pos 2 kami bertemu dengan beberapa pendaki serta porter yg sedang beristirahat, kami mendapatkan informasi ada jalan pintas menuju Sembalun yaitu melalui jalur Baknau. Jalur Baknau memang bukan jalur resmi pendakian, jalur ini sering digunakan oleh penduduk sekitar dikarenakan lebih dekat ke jalan raya, sedangkan dari jalur Sembalun membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk bisa tiba di jalan raya.
Untuk melewati jalur Baknau, setelah berjalan melewati Pos 2 anda akan menemui persimpangan dekat jembatan dimana jalur ke kanan akan menuju Pos Sembalun dan jalur ke kiri akan menuju Baknau. Tidak ada tanda yg akan menjelaskan, maka sangat disarankan anda bertanya ke porter / penduduk sekitar mengenai jalur Baknau.
 |
Landscape di Jalur Baknau |
Apabila anda melewati Jalur Baknau, setelah melewati tanah lapang anda akan memasuki hutan. Cukup ikuti jalur yg sudah ada akan membimbing anda melewati hutan menuju kembali tanah lapang. Setelahnya, anda harus melewati 2 sungai yg ketika saya melakukan pendakian kondisi sungai tersebut kering dan tanah lapang, baru kemudian anda akan menemukan perkebunan dan rumah penduduk sekitar. Team kami tiba di Baknau sekitar pukul 12 WITA. Didepan Jalur Baknau terdapat sebuah warung yg mempunyai pondokan yg bisa anda gunakan sebagai tempat beristirahat. Pondokan tersebut cukup nyaman dan punya kamar mandi yg bisa digunakan untuk mandi juga koq dan bersih pula. Yeay, finally...
"Its not the mountain we conquer, but ourselves", Sir Edmund Hillary
Catatan :
- Persiapkan logistik yg cukup, fisik dan mental sebelum memulai pendakian karena medan pendakian yg cukup menantang. Hindari pendakian di musim hujan, medan pendakian bisa menjadi lebih sulit.
- Persiapkan trekking pole, gaiter, head lamp, sunglasses, kain untuk menutup hidung, sarung tangan, sepatu dan jaket tebal ketika hendak melakukan summit attack. Pasir yg cukup dalam menutup jalur pendakian akan menjadi teman anda. Tetap jaga dan perhatikan teman dalam kelompok anda.
- Ketika anda hendak turun setelah summit attack, perhatikan langkah anda dan turunlah secara perlahan-lahan. Perhatikan dengan seksama sebelum anda memutuskan jalur yg hendak anda lalui, karena banyak jalur yg cukup menyesatkan dan bisa membawa anda ke pinggir jurang. Turunlah dengan berkelompok dan jaga jarak dengan orang yg berada didepan anda.
- Apabila anda ingin menikmati pendakian, sewalah porter untuk membawa barang bawaan anda. Porter di Gunung Rinjani cukup pintar dan sangat ramah, termasuk porter favorit saya. Mereka bahkan akan mendirikan tenda dan memasak untuk anda !!
- Warga negara asing (bule) cukup banyak anda temukan di jalur pendakian, sehingga bisa menambah pertemanan dengan mereka. Pendakian jadi tidak membosankan..
- Untuk melewati jalur Baknau, sangat disarankan bertanya dengan porter / penduduk sekitar agar tidak tersesat.
0 Komentar